UJIAN BERBASIS KOMPUTER (COMPUTER-BASED TEST) Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemdikbud
OLEH :
EVAN SAPUTRA
2012210024
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Sistem ujian konvensional ujian tradisional ujian berbasis kertas (paper based test, CBT) ujian berbasis pensil dan kertas (paper and pencil test, PPT) • Model penilaian pendidikan dengan bantuan komputer Computer Assissted Assessment, CAA) • Sistem dengan menggunakan teknologi komputer Ujian Berbasis Komputer (Computer Based Test, CBT) • Sistem ujian adaptif berbasis komputer Computerized Adaptive Test (CAT) • Namun demikian, ada yang menggunakan istilah CAT Computer Assisted Test (pada prinsipnya sama dengan CBT) 2/26/2015
Sistem Ujian saat ini (konvensional) dengan Paper-Based Test (PBT) kurang efektif & efisien, banyak masalah/kendala seperti: rawan dalam penyiapan bahan ujian s/d penggandaan dan distribusi naskah soal, kecurangan selama pelaksanaan ujian, perlu langkah scanning LJK dan scoring, à biaya, tenaga, waktu • Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat à memungkinkan untuk menggunakan ICT dalam sistem ujian
1.2.RUMUSAN MASALAH
· Sejarah UJIAN nasional/ UNAS?
· Bagaimana Sistem dan penyelenggaraan ujian berbasis komputer?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. SEJRAH ujian nasional/UAS
Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
2.2. Sistem dan penyelenggaraan ujian berbasis komputer
Sistem Penyelenggaraan Ujian Tes Konvensional Paper & Pencil Test (P&P) Paper Based Test (PBT) Tes Modern Computer Based Test (CBT) Linear-CBT (Fixed Length) Computerized Adaptive Test (CAT) Tes Konvensional: tes dengan menggunakan kertas dan pensil, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penyekoran secara manual oleh tenaga manusia CBT: tes dengan menggunakan komputer, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penyekoran dilakukan secara otomatis oleh komputer CAT: tes dengan menggunakan komputer, dimana program mampu memilihkan soal-soal yang tingkat kesulitannya sesuai dengan kemampuan peserta ujian
A. Paper Based Test (PBT) Computer Based Test (CBT) Computerized Adaptive Test (CAT) Desain tes yang sama untuk semua penempuh tes à Informasi tidak optimal Desain tes yang sama untuk semua penempuh tes namun pengerjaannya menggunakan media komputerà Informasi tidak optimal Tidak perlu penggandaan tes. Setiap penempuh tes memperoleh soal – soal yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan à informasi Optimal Waktu pengerjaan tes dan jumlah soal sudah ditentukan. Oleh karena itu tidak diperlukan Bank Soal yang banyak dan menyebar. Perlu waktu pengolahan untuk memperoleh nilai Waktu pengerjaan tes dan jumlah soal sudah ditentukan . Oleh karena itu tidak diperlukan Bank Soal yang banyak dan menyebar. Hasil tes dapat langsung diketahui. Tes akan berhenti apabila estimasi kemampuannya sudah tercapai sehingga waktu lebih efisien dan lebih efektif . Hasil tes dapat langsung diketahui. Tingkat kebocoran soal sulit diantisipasi Tingkat kebocoran relatif masih ada, namun mudah diantisipasi Tingkat kebocoran soal dapat di perkecil dan mudah diantisipasi Biaya mahal, proses pengadaan rumit, pengamanan dan pengiriman bahan UN sulit Biaya lebih murah, tidak perlu tender, pengamanan dan pengiriman mudah Biaya lebih murah, tidak perlu tender, pengamanan dan pengiriman mudah Perbandingan PBT, CBT, dan CAT
B. Computer-Based Testing (CBT)
Ada dua jenis CBT ú Linear à biasa disebut sebagai CBT Butir-butir soal diberikan secara sekuensial dan berurutan Setiap peserta ujian memperoleh seperangkat tes dengan butir soal yang sama Peserta ujian diperkenankan untuk melihat kembali butir soal yang telah dikerjakan sebelumnya Sangat mirip dengan Tes Konvensional ú Adaptive à biasa disebut sebagai CAT Peserta ujian secara individu memperoleh butir soal yang berbeda, tergantung jawaban butir sebelumnya Menggunakan algoritma berdasarkan teori tes modern (item response theory, IRT) untuk mengendalikan pemilihan dan penampilan butir soal, penyekoran jawaban, dan dengan segera memberikan nilai atau hasil ujian Keuntungan Menggunakan CBT • Hasil yang cepat dan akurat – Mampu menghasilkan skor/nilai/umpan balik segera – Dapat memberikan laporan secara detil • Memiliki kelebihan dalam melakukan analisis • Meningkatkan keamanan tes • Lebih tepat untuk soal pilihan ganda • Lebih luwes/fleksibel untuk tes secara individu
C. Kerugian Menggunakan CBT • Biaya besar pada awal pengembangan – Hardware, software, personnel • Biaya besar dalam pengelolaan (maintenance) – Perlu staf handal untuk setiap penyelenggaraan tes • Perlu kemampuan/keterampilan peserta tes dalam menggunakan komputer • Pada kondisi tertentu ada keterbatasan dukungan sarana/prasarana teknologi
D. PERSYARATAN CBT • Adanya bank soal yang memuat sejumlah soal dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, dilengkapi dengan karakteristik butir soal (tingkat kesulitan, daya pembeda) • Tersedia perangkat komputer yang mendukung (spesifikasi & jumlah memadai) • Tersedia Jaringan lokal komputer (LAN) atau jaringan internet dengan Bandwidth yang cukup • Tersedia program aplikasi yang mendukung
E. Alternatif Koneksi/ Deliveri 2/26/2015 CBT off-line Semi On-line on-line Program aplikasi diinstall pada SERVER LAN yang terdistribusi ke setiap CLIENT (tidak terkoneksi ke SERVER PUSAT) Setiap CLIENT tersambung ke SERVER PUSAT melalui SERVER LOKAL. Semua terkoneksi via internet SERVER LOKAL terkoneksi ke SERVER PUSAT melalui internet. Setiap CLIENT tersambung ke SERVER LOCAL secara off-line
F. Mekanisme Pelaksanaan CBT Online CBT online • Tempat Pelaksanaan memiliki akses Internet dengan bandwith disesuaikan dengan jumlah komputer peserta • Komputer peserta harus dapat mengakses internet. • Peserta tes dapat mengakses tes menggunakan internet langsung ke server pusat
G. CBT Semi Online • Tempat pelaksanaan harus menyediakan server lokal. Server lokal mendownload paket soal, daftar peserta tes secara online dengan menggunakan akses internet beberapa hari sebelum hari H. • Peserta tes mengakses tes secara offline ke server lokal. • Hasil jawaban peserta dikirimkan secara online (upload hasil tes) sesaat setelah tes berlangsung ke server pusat Mekanisme Pelaksanaan CBT Semi Online
H. CBT Offline • Tempat pelaksanaan harus menyediakan server lokal. Penyelenggara pusat (Puspendik) mendatangangi lokasi memabawa Hard Disk (HD) External di plug in ke server lokal dan HD sudah berisi paket soal, peserta tes. • Peserta tes mengakses tes secara offline ke server lokal. • Hasil jawaban peserta dikirimkan secara online (upload hasil tes) sesaat setelah tes berlangsung ke server pusat Mekanisme Pelaksanaan CBT Offline
I. 2/26/2015 Regulasi UN-CBT PENETAPAN KRITERIA & SPESIFIKASI • Unit Penyelenggaraan Ujian (siswa/rombel/sekolah) • Kriteria Sekolah CBT : Ø Lab-Komp: LAN, akes internet, rasio (client : siswa) = 1:3 untuk SMK dan SMP, atau 1:2 untuk SMA IPA dan IPS Ø Laboran (sesuai kualifikasi/spesifikasi teknis) Ø Sarana pendukung: Genset, UPS, PC Client cadangan • Proktor (Pengawas UN-CBT): Ø Staf yang direkruit oleh Panitia CBT-UN Pusat sesuai kualifikasi/spesifikasi teknis Ø Dedikasi, komitmen, pakta integritas
J. 2/26/2015 Business Process PERSIAPAN • Penyusunan dan Penerbitan POS CBT • Penetapan kriteria untuk seleksi sekolah CBT • Pelaksanaan Seleksi dan Penetapan sekolah CBT • Sosialisasi Penggunaan CBT • Penetapan Proktor CBT & Pengelola Lab Komp PELAKSANAAN • Penetapan Jadwal Ujian • Pencetakan Username & Password • Pelaksanaan Ujian
K. Spesifikasi minimal Server lokal Hardware Server Processor : XEON 64 bit RAM : minimal 4 GB Networking : LAN. Software Server Windows Server 2008 64 bit. Virtual BOX 64.3.16. Port 80 di server dapat diakses oleh komputer peserta. (Jika di komputer server ada Xamp, Xamp dinonaktifkan atau port Xamp diubah menjadi 8080).
L. Spesifikasi minimal Komputer Peserta Hardware • Processor : dual core • RAM : 512 MB • Networking : LAN. Software • Windows XP/ Windows 7/ Windows 8 • Terinstall CBAT XAMBRO.
M. Satu server lokal Maksimal dapat diakses oleh 25 Komputer peserta sesuai dengan persyaratan Meja Komputer memiliki panjang minimal 1 M Sarana dan Prasarana Admin IT (Proktor) Berjumlah 2 orang.1 orang bertanggung jawab terhadap komputer server.1 orang bertanggung jawab terhadap jaringan dan komputer klien. Pengawas Tes Berjumlah 1 orang, mengadministrasikan tes, dan mengawasi tes. Sumber Daya Manusia
N. Selain Lab-Komputer… • Fasilitas Pendukung: – 3-5 unit PC cadangan untuk client – UPS 1 unit sesuai dengan spesifikasi teknis – Diutamakan memiliki 1 unit genset sesuai dengan spesifikasi teknis • Laboran (pengelola Lab-komp) sesuai dengan kualifikasi dan spesifikasi • Proktor (pengawas UN-CBT) sesuai dengan kualifikasi dan spesifikasi
O. Database Peserta UN DNT UJIAN PBT Pengumpulan LJUN Scanning LJUNScoring UNSKHUN DNHUN UJIAN CBT Username Password Diagram Alur PBT-CBT
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
Sistem Ujian saat ini (konvensional) dengan Paper-Based Test (PBT) kurang efektif & efisien, banyak masalah/kendala seperti: rawan dalam penyiapan bahan ujian s/d penggandaan dan distribusi naskah soal, kecurangan selama pelaksanaan ujian, perlu langkah scanning LJK dan scoring, biaya, tenaga, waktu • Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat memungkinkan untuk menggunakan ICT dalam sistem ujian.
Pemanfaatan TIK untuk palaksanaan asesmen, termasuk Ujian Nasional/Asesmen Nasional melalui Computer-Based Test (CBT) • Membiasakan siswa berinteraksi dan memanfaatkan TIK untuk melakukan self assessment capaian kompetensi • Meningkatkan ICT-literacy dan ICT-usability • Menguatkan pembelajaran (learn by the test) 2/26/2015
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Ujian_Nasional
https://www.google.com/search?q=Sejarah+ujian+nasional+UNAS&gws_rd=ssl
https://kazwini13.wordpress.com/2012/04/16/sejarah-ujian-nasional-di-indonesia/